;http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/sweden.gif Nurlailie Zhafirah

Sabtu, 31 Mei 2014

Seruncing serpihan kaca


Serpihan serpihan runcing dari kaca itu mulai menata dirinya. Tak berharap apapun pada siapapun. Ia takut serpihannya yang runcing akan melukai tangan lembut orang lain yang hendak menyentuhnya, untuk membantunya merangkai serpihan menjadi kaca yang utuh.Ia hanya ingin kembali dan tak mau menjadi "serpihan" lagi. Ia ingin kembali utuh menjalani semua selayaknya tak pernah ada hal yang buruk yang menampar hidupnya.

Ia menata lagi, dan lagi.


Dia berharap tak pernah jadi serpihan, dia lebih memilih jika dipatahkan menjadi dua bagian. Karena sulit menata serpihan. Serpihan kaca itu tak akan pernah bisa menjadi kaca yang “utuh” kembali. Ia bisa tertata namun rapuh, dan bahkan dapat kembali hancur. Padahal jika hanya patah, ia tidak terlalu sulit untuk menyambung kedua bagian yang patah itu menjadi satu kesatuan, ia hanya rapuh ditengah bagian yang patah, tidak disemua bagian.

Dia bertanya pada dirinya sendri: Apalah arti menyesali semuanya, tanpa berbuat apa apa? Dan ia menasehati dirinya sendiri: boleh bersedih namun jangan berlarut, boleh terjatuh tapi harus bangkit.

Rupanya ia sudah menyadari.. Rupanya ia ingin kembali.

Ia memaki diri sendiri. Membakar semangatnya lagi yang dulu telah tenggelam karena keputus asaan dan kesedihan yang tak berujung.


Ikhlas memang tak semudah kedengarannya, lagipula apa salahnya mencoba walaupun berat dan banyak orang yang meragukannya?


Meski mereka bilang “tak mungkin” apa salahnya mencoba kembali menata serpihan kaca menjadi keca yang utuh lagi? Tak pernah akan tau bisa atau tidak bila terlalu pengecut untuk sekedar mencoba. Mungkin memang kaca itu akan “rapuh” tak sebaik dulu, namun…tak perlu takut jika ada yang ingin menghancurkannya lagi, sebab kaca itu tak bisa di hancurkan lagi karena ia sudah menjadi “serpihan”


Selalu ada pelangi dibalik hujan, percayalah..


Walaupun awan menyembunyikan mentari dan menggantinya dengan petir disiang mendung.

Tugasmu hanyalah percaya. Percaya bahwa suatu hari pelangi akan melukis langit lagi. Pasti.



Selasa, 06 Mei 2014

Surat Kecil Untukmu… Ukhti




Assalamu’alaikum

Bagaimana kabar… imanmu hari ini?
Semoga hatimu masih dalam Tuntunan dan Rahmat-Nya

Ukht.. jika kamu selalu murung dan menyesali.. apa yang melandamu saat ini
Mungkinkah kamu disebut sebagia.. hamba-Nya yang kurang bersyukur??

Ukht.. jangan engkau selalu meratapi dan menyesali apa yang telah berlaku dalam hidupmu

Allah punya rencana indah dalam rencana, apa yang kamu alami sudah menjadi Rencana-Nya
Dan diatas rencananya, Allah mempunyai rencana lain untukmu ukhti

“Dan berencanalah kalian. Allah membuat rencana. Dan Allah sebaik-baik perencana” (Al-Imran:54)

CINTA…
Kadang membuat kita lupa akan Kebesaran-Nya.

Taukah kau ukhti..

Cinta yang Hakiki adalah cinta karena-Nya
Jika cinta dalam hatimu datang semata-mata karena-Nya
Engkau pun harus iklas meninggalkan cinta semata-mata karena-Nya

Ukht.. cinta yang suci iu cinta yang tak pernah tersentuh oleh “cinta” sebelum cinta itu menjadi  kehalalan bagi penikmatnya
Sekalipun cinta itu hanya ada dalam kata-kata

Bisa jadi apa yang kamu alami saat ini adalah sebuah teguran sebagai bentuk rasa Cinta-Nya terhadapmu Ulhti.

Mungkin selama ini engkau lupa, bahwa.. apa yang kau jalani bersama seseorang yang engkau kagumi
Bukanlah sebuah tindakan yang di Ridhai-Nya

Dan Allah sedang memberikan petunjuk-Nya kepadamu
“Maka Allah menyesatkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan memberikan petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki… “(Qs. Ibrahim:4)

Ukhti mungkin engkau akan bertanya-tanya atas ujian yang melanda hatimu saat ini.. kenapa engkau diuji?

Allah telah menjawabnya dalam Al-qur’an ukht..

“Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan “kami telah beriman” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (Qs. Al-Ankabut ayat 2-3)

Dan jika engkau bertanya, Mengapa aku tidak mendapat apa yang aku idam-idamkan?

Allah juga telah menjawabnya dalam Al-Qur’an: “Boleh jadi kamu membeci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (Qs. Al-Baqarah ayat 216)

Bersyukurlah ukhti, karena itu kunci pembuka Rahmat-Nya, Allah sedang mengetuk hatimu, lihatlah bagaimana Allah sangat mencintaimu ukht..

“Aku ingin pulang.. Tunjukkan aku jalan yang lurus” Allah sedang memanggilmu untuk segera kembali ke jalan yang di Ridhai-Nya

Ukhti… sungguh aku mencintaimu karena Allah.. Aku menorehkan pesan ini kepadamu karena Allah

Aku melihat keberadaanmu karena Allah, Dan kita dipertemukan karena Allah, Insya Allah..

“Wassalamu’alaikum yaa ukhti”

Tak usah bersedih, kita pasti bertemu disurga-Nya:)




(sumber: m.vuclip.com) (bukan tulisan pribadi)

Senin, 28 April 2014

Kertas dan pena



Malam ini, aku memutuskan untuk bersantai sejenak mendinginkan pikiran dan hati yang sedari pagi menjerit menuntut haknya untuk beristirahat. Menyingkirkan segala hal yang berhubungan dengan kuliah. Entah itu tugas kuliah, urusan kuliah, buku buku cetak kuliah, organisasi dll.

Tapi aku tidak menyingkirkan sebuah pena dan kertas yang ada diatas tas yang biasa aku pakai untuk kuliah, aku melihat dan akhirnya mengambilnya iba karena mereka terus melambai seakan berbicara padaku :
“kemarilah wahai sayang… bagilah kisahmu diatas badanku, dan sahabatmu, pena,  akan membantumu mewarnai tiap kisahmu dibadanku agar kisahmu ini dapat kekal, dan tidak hilang daripada kau menyimpannya didalam memori ingatanmu yang kian hari makin merapuh. Dan lewat tulisanlah segala yang kau fikirkan terkesan lebih nyata dan hidup”

Hampir seperempat jam aku berfikir, terdiam, dan meratapi sebuah kertas dan pena yang kini sudah ku pindahkan diatas meja belajar bidang yang terletak di pojok kamar. Aku mencoba menulis satu kata namun mengurungkan niat dan meletakkan kembali sebuah pena yang ku genggam seperempat jam tadi ditangan kanan.

Apa yang harus aku tuliskan? aku hanya tidak ingin melakukan apa apa saat ini. Aku berfikir lagi. Lagi lagi aku dipaksa berfikir.
Apakah kertas dan pena ini pernah merasa bosan? atau pernahkah mereka berontak dengan apa yang dikaruniai Tuhan terhadapnya? karna ditakdirkan untuk menjadi sebuah benda? sebuah benda mati yang bahkan kadang manusia tidak benar benar mau menggunakannya secara benar. Kadang diperlakukan tidak layak, dan tidak ada harganya.

Oh, iya… apakah mereka juga punya hati seperti manusia? apa mereka bisa menangis? mereka perlu makan? sharing? tidur? atau mencintai seseorang? apa mereka perlu? atau memang butuh itu semua?

Entah pertanyaan macam apa yang barusan melayang layang dipikiranku.
Entah katagori aneh tingkat berapa seorang aku yang berbicara lewat kertas, berharap kertas menyampaikan kepada pena lewat sapuan semilir angin dan mereka saling berinteraksi untuk menyelesaikan masalah jenuhku yang tidak mendasar.

Kadang berbicara lewat pena dan kertas terkesan lebih baik daripada harus berbicara langsung, kadang kata kata yang dirangkai pena didalam kertas, tersurat lebih menggores makna daripada harus membuka mulut untuk langsung menyampaikan kata.

Akhirnya aku punya sesuatu untuk dituliskan diatas kertas yang sedari tadi setia menungguku membagi kisah untuk menjadi bagian dalam kisahnya.
Akhirnya aku punya sesuatu juga untuk ku sampaikan melalui pena yang sedari tadi meluncurkan kode agar aku segera memegangnya dan seakan berkata “biarkan aku saja yang mewakilimu berbicara”.
Aku menuliskan cerita lama yang kini tidak sengaja kutemukan lewat media modern pengganti buku, yaitu laptop.

Sore tadi, aku melihat sekeliling dan kedua mataku menyorot  sebuah benda di pojok meja kamar yang terletak begitu saja. Aku melabuhkan pilihanku pada laptop berharap ia bisa mengobati jenuhku.
Aku mencari tiap aplikasi aplikasi tak sengaja aku membuka pesan pesan masuk yang ada tersimpan dalam memory card di laptopku.
Aku membacanya satu demi satu berharap tak ada yang terlewat. Kadang aku membaca berkali kali mencoba mengingat apa yang dibicarakan dan bagaimana keadaan saat itu,
Betapa asiknya saat dulu perbincangan yang diangkat dari tema sederhana pun kadang memberi kesan yang membekas.

Bukan hanya sekedar membaca aku juga terhanyut untuk mendalami tiap kata yang tersirat selalu ada makna dalam kata, ya.. memang ada. Ada kalanya saat beberapa pesan yang kubuka begitu menggelitik, membuat ku tak kuasa memecah sunyi ruangan kamar dengan tawa, dan ada pula ketika kutemukan sebuah pesan yang membuat dadaku merasa sesak dan seperti ada sesuatu yang memcekik leherku saat membaca.

Seperti dipaksa kembali mengingat masa dulu,seperti dilempar ke masa lalu.
Aku lupa pernah sedalam itu, atau tepatnya aku lupa pernah sedekat itu
ada rindu yang berpadu dalam diri saat mengingat saat dulu yang begitu hangat, sangat hangat.
Ada rasa bersalah yang menyerang bertubi tubi disaat yang sama begitu merindu.
entah aku yang salah atau mereka yang belum bisa paham…

Saat aku menyadari, itu hanyalah sebuah pesan dulu, yang masih tersimpan. Hanya pesan. Dan orang-orang yang mengirim pesan itu telah memilih pergi satu persatu. Mungkin salah satunya karena dinginnya sikapku atau egoku yang membuat mereka pergi
Ataukah ketakutan ku? aku tau tapi aku takut.
Mungkin salah satu alasan kenapa terus bermain dalam zona nyaman adalah karena aku terlalu takut.

Aku takut memuja makhluk ciptaan-Nya lebih dari memuja-Nya aku takut menduakan cinta-Nya. sangat takut. Aku takut membuatnya cemburu, aku takut melukai hati-Nya.
Kadang aku memerlukan tuntunan, aku perlu seseorang yang bisa mengajakku mencintai-Nya bersama sama dengan caranya sendiri. Dan memerlukan seseorang yang setiap aku melihatnya aku ingat kepada-Mu, aku selalu taat kepada-Mu. Tidak mengabaikan perintah-Mu dan kewajiban ku sebagai seorang muslimah.

Aku pernah menemukannya, menemukan sosok seperti itu. Namun akhirnya pergi, karna mungkin terlalu lama dan ia memilih singgah kelain rumah. Hati yang biasa kusebut rumah.
Namun ada seseorang yang biasa, bahkan ketika shalat pun masih sering tertinggal, dunianya bukan duniaku. Kebiasaannya bukan kebiasaanku. Aku telah menjelaskan prinsipku.
Namun ia masih tinggal, untuk sekedar bersahabat, mungkin itu yang kita sepakati sekarang, 
Namun nyamanku sudah menjadi miliknya entah dari kapan. Dan aku berusaha menutupinya.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimuAllah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” Qs. Al-Baqarah : 216

Kertas itu sudah penuh dengan goretan huruf yang kutuangkan didalamnya, ada sesuatu hal yang terlepas dari fikiran dan hati kecilku saat aku menuliskan, tidak lagi merasa sesak atau pun gelisah.
Kulihat kertas itu sedikit berair, apa dia menangis mengetahui kisahku saat kutulis diatas badannya?

Begitupun pena, tintanya semakin berkurang ketebalannya. Apa dia tidak tega mendengar kelanjutan kisahnya?
bahkan kertas dan pena mengerti. Dan tentu Ia-Iah yang paling mengerti, saat lantai dan sajadah menjadi saksi ku mengadu tiap malam panjang di sepertiga malam.
Keraguan akan muhabbah masih tetap ada namun lebih berserah kepada sang pencipta muhabbah dan selalu berhusnuzon, bahwa tak ada keraguan ketika Ia telah menggariskan, mentakdirkan, ketika telah saatnya.. muhabbah pasti datang dengan cara yang tidak dapat diduga.


Selasa, 07 Januari 2014

Lebih dari sekedar..


Ada sesuatu yang lebih sulit dikatakan daripada kata
Sulit di suratkan daripada sekedar tulisan
Sulit dijabarkan daripada soal matematika

Ini bukan sesuatu yang mudah untuk disentuh
Tidak mudah pula untuk di rasa apalagi diraih
Karna, ada kehangatan yang menusuk saat merasa
Terdiam tanpa kata

Tidak semua orang memilikinya, hanya orang-orang yang mau “percaya”
Percaya pada.. ada kekuatan yang bisa menjadi penyembuh luka dan sakit tanpa obat
Kekuatan yang menjadikan si lemah menjadi kuat
Si kuat menjadi lemah
Si pintar menjadi bodoh
Dan si bodoh menjadi pintar

Dia punya mata, tapi tak hanya melihat dengan mata
iya! dia juga punya telinga, tapi dia tak hanya mendengar lewat telinga
Karena kekuatan itu lebih besar daripada apa yang dilihat, apa yang didengar
Kekuatan yang mengalahkan logika
Mengalahkan rasa lelah memberi tanpa mengharap balas
Dan, iklas tanpa merasa sakit.
Dia tak berwujud, namun ada.

Dia adalah cinta..

Cinta..
Hanya menghampiri orang-orang yang masih ingin percaya
Masih ingin memaafkan saat terkhianati
Masih ingin bangkit saat terpuruk
Masih ingin percaya saat dibohongi
Masih ingin.. masih mau..

Oh cinta… begitu banyak penafsiran tentangmu
Dan yang aku tahu hanya..
Kau lebih dari anugrah
Anugrah yang diberikan Tuhan sebagai fitrah seorang manusia.
Yang harus dijaga, dijaga dan dijaga..

Kau lebih dari sekedar kata
Dan aku pun percayaya bahwa...
Semua orang pasti mengerti rasanya, saat mereka “memilikinya juga”

Minggu, 15 Desember 2013

“Puisi Untuk Ibu”




Senyum itu...
Sepertinya tak pernah sirna dari wajahmu
Senyum yang kau goreskan di wajahmu untuk menyembunyikan segala rasa letih dan lelah yang menghinggapi setiap hari
Tapi… letihmu, lelahmu seakan tak mampu mengalahkan kuatmu, Ibu
Kesal, marah, bantahan terlampau sering kami luapkan kepadamu

Tapi engkau, Ibu..
Tak pernah marah, tak pernah benci kepada kami, anak anakmu
Anak anakmu yang kadang terlalu sering membuat hatimu sakit
Membuat kau menangis karena tingkah kami yang begitu tidak dewasa

Tapi, Ibu…
Hatimu terlalu putih, terlalu tulus mencintai kami
Tanpa mengharap balas, tanpa mengeluh dan mengharap apapun itu
Cinta dan kasih mu bagai air yang mengalir,
Bagai sinar mentari yang tiada letih menerangi

Kau adalah semangatku, Ibu
Kau adalah alasan mengapa aku harus terus berlari mengejar asa
Kau adalah orang yang paling aku sayangi, walau kadang bibir tak mampu mengucap

Terimakasih Ibu, untuk segalanya, untuk rasa sayangmu yang tak pernah putus
Terimakasih aku siratkan dalam sebuah tulisan walau hanya sekedar puisi
Puisi untukmu, Ibu.. tercinta.

Rabu, 16 Oktober 2013

Seikat Mawar Putih dari Sang Fajar


Hari ini, aku serasa menghirup udara yang segar dan bersihnya. seperti rasanya hari kemarin.
Bersama bebauan harumnya bunga bunga di taman yang bewarna warni.
Bewarna warni sepeti hariku saat kita bertemu.

Hm… sudah hampir 7 bulan ya semenjak kamu ada.
Dan hariku bagai istimewa dibuatnya.

Bukan…
Aku dan dia hanya pertemanan biasa.
Dan semua orang mungkin melihatnya berbeda.
Dia selangkah lebih maju dari mereka, dari mereka yang hanya mengandalkan cinta tanpa tau tujuan kemana cinta akan dibawa.

Dia kelihatan berbeda, menggunakan cara yang tidak biasa untuk hal yang menurut orang sangat biasa.
Dia unik, membuat segalanya seolah tak ada yang biasa, ditangannya dan didekatnya semua seakan luar biasa.

Ini kali kedua dia memberikan ku setangkai bunga mawar putih, dan menurutku itu... manis.
Karena dia berbeda, dia unik.
Ketika yang lain membelikan aku seikat bunga mawar dari toko bunga, kau lain.
Kau hanya membawakan aku setangkai bunga mawar.

Apa yang membuatmu tak sama?

Kau menanamnya sendiri, kau beli bibit bunga itu lalu kau tanam dan rawat sendiri  dengan penuh kesabaran dan ketulusan hingga tanaman itu berbunga mawar berwarna putih yang sangat indah.

Manisnya. Perjuanganmu untuk memberikan setangkai bunga mawar itu untuk ku sangat... manis.
Mungkin wanita menganggap ini adalah hal biasa dan mungkin aneh.
Tapi aku memandangnya dari sudut yang berbeda, dari sudut dimana ketulusan diletakkan di strata paling utama.

Kau mencintai keindahan, aku juga...
Kau menghargai perbedaan, hmm mungkin aku juga..


Dan semoga tak ada kata “dia berbeda”  pada awalnya dan berakhir “dia ternyata sama dengan `yang lainnya”

Sudah 2 bulan aku tidak memberikan jawaban hubungan ini akan dibawa kemana.
Tapi kau tetap sabar dan tak menuntut banyak dariku.
Kau berbuat seolah aku tak perlu ragu dipelukmu, kau berbuat seolah kamu 
adalah nafas dan cahaya dikehidupanku.

Kau tidak sepenuhnya salah, tapi kau sebenarnya terbuat dari apa?
Setiap memandang wajahmu aku hanya bisa membisu, iya… karna aku tak bisa menemukan jawabnya, bahwa mengapa ada orang sepertimu yang begitu tulus menyayangiku dan tetap disampingku walau belum ada jawabku


Kau terbuat dari apa? yang lain mungkin akan pergi menjauh jika ku gantung hubungan seperti yang sedang kita jalani.
Kau terbuat dari apa?

Senyum mu menyejukkan setiap yang melihat, mungkin senyum mu diperuntukkan untuk semua orang yang melihat, tapi cintamu… siapa yang tahu?


Yang lain mengobral janji, bahwa mereka akan begini begitu begini begitu jika salah satu diantara mereka kujadikan pujaan hati.
Sementara kau…. tidak… aku bingung, jujur saja..

Sulit membacamu dan sulit menebak tingkahmu, seperti yang kita berdua tahu, tidak ada hari yang tampak biasa saat kita bertemu.

Bunga bunga di taman itu menjadi saksi bisu ku merengkuh malu mengakui hatiku tercuri olehmu dari entah kapan.
Dan senyum dan raut wajahmu seakan berbicara padaku, bahwa kamu akan selalu menjadi sang fajar di pagiku yang baru.


T

Minggu, 01 September 2013

GO AWAY HEY MANTAN PACAR ;D




Guys, tulisan gue kali ini tentang cara lupain mantan pacar. Pernah ga sih kalian terjebak nostalgia sama mantan pacar? pernah pasti ya^
Kalo dipikir pikir ga asik juga kali kalo si mantan udah punya pengganti kita sedangkan kitanya belum berhasil tuh buat moveon.

Banyak yang request sebenernya gue nulis ini, banyak diantara temen gue yang masih belum bisa move on. Makanya simak postingan gue kali ini yup, check this out;)

1. Bersikap biasa
Hal pertama yang harus lo lakuin adalah menjaga sikap, jangan lemah kalo ketemu sama dia apalagi kalo sampe tiba tiba nangis nangis gitu, JANGAN! stay cool, remember? yang paling utama emang kontrol diri lo, putus hubungan bukan berarti semuanya berakhir kan? kuatlah, setidaknya terlihat kuat dimata orang lain, dimata mantan yang paling utama wk

2. Dont stalk!
Please, jangan ngestalk twitter/fb/ig/othersocialnetwork dari mantan lo, ga peduli lo sekepo apa saat itu, plis jangan! karna ngestalk cuma buat lo makin kepo dan faktanya banyak dari kita yang abis stalking itu pada nyesek.
Jadi, selama memang ngestalk itu BELUM diperlukan, sebaiknya jangan coba coba stalk Tl mantan pacar ya, kasian hatimu makin merapuh:’)

3. Go away hey memories things!
Saran gue, kalo lo pernah dikasih barang sama mantan lo entah itu sesuatu yang kecil/besar, penting atau engga lebih baik disimpen ditempat yang paling paling aman! Aman dalam arti, lo simpen ditempat yang jarang lo temuin, atau tempat yang paling ga strategis untuk diliat. Alasannya biar lo ga keingetan terus sama mantan lo setiap ga sengaja liat barang dari dia.
Kalo emang itu barang ga ngeganggu lo dan lo biasa aja, it’s oke. Tapi kalo itu barang ngebuat lo keganggu dan jadi keingetan mantan terus mending singkirin dulu deh. Barangnya ga harus dibuang, tapi simpen aja rapi ditempat paling aman.

4. Cari Kesibukan
Sibukan diri dengan kegiatan disekolah/kampus/tempat kerja yang positif, ikut aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial misalnya, atau salurkan hobi kalian! logikanya, kalo lo aktif diluar sekolah itu akan menyita banyak waktu lo, dengan sibuk kaya gitu ga akan ada waktu untuk mikirin seseorang yang sudah menjadi mantan disana.
Serius! untuk mikirin ini itu di organisasi aja udah menyita banyak waktu jadi kemungkinan lo galauin mantan akan sedikittt karna lo sibuk ngurusin urusan organisasi

5. Perluas zona pertemanan
Dengan memperbanyak teman jadinya lo lupa sama masalah lo, cause friendship is everything<3
Dan dengan banyak teman, jadi lo gak stuck di satu orang, kalo putus sama yang satu kan kali aja bisa jadi sama temen lo yang lain hehe bercanda yaaaa

6. Jangan terburu buru
Dengan status mantan yang udah punya pacar baru jangan sampe ngebuat lo terpojok dan pengen buru buru dapet pengganti juga, to show it to him! 
No! jangan. karna itu cuma obsesi lo, kasian orang yang jadi obsesi lo aja, cuma jadi pelarian. let it flow aja, jangan terburu buru, jadiin yang lalu sebagai pelajaran, supaya gak ngalamin hal yang sama di kehidupan yang akan datang.

7. Dengarkan kata hatimu
Sesungguhnya jeritan hati adalah yang paling jujur hihi dengarkan hatimu! dengarkan apa masih mau bertahan atau melepas? memaafkan atau meninggalkan?
Jangan terbawa emosi, putuskan dengan pikiran yang dingin.. jangan mengambil keputusan dikala hati sedang panas dan pikiran ga karuan
Dengarkan kata hatimu…

8. Dekatkan diri
Yang paling penting adalah mendekatkan diri sama ALLAH SWT, apapun masalah lo. ALLAH akan selalu ada untuk mendengar setiap doa dari lo, menjawab masalah lo, dan yang pastinya dia slalu tau apa yang terbaik untuk lo.
Kalo emang dia baik buat lo pasti nanti dipertemukan kembali, kalo emang bukan mungkin ini yang terbaik buat lo… keep husnuzon guys!

Intinya adalah kalo masih sayang kenapa mesti putus? kalo udah berani melepas berarti harus siap juga untuk menerima rasa sakitnya.. sebaiknya kalo masih bisa dipertahankan, coba pertahankan sama sama..
Jangan sampe karna emosi terus putus abis itu nyesel deh, berfikir sebelum menyesal guys;) karna cinta bukan mainan.. hehe

LET'S GO AND MOVE ON! ;D